Senin, 06 Juni 2011

Ayooo Menulis

Saya ingat ketika saya di Sekolah Dasar. Ada kebanggaan ketika mampu membacakan sebuah tulisan orang dihadapan publik banyak terlebih dengan pujian. Meski pujian itu belakangan saya tau adalah sebuah musuh. Yah, itulah, waktu itu saya membacakan puisi dari pesajak tersohor, Khairil Anwar..

Memang, bukan moment besar tapi ini melibatkan jiwa,, itulah jiwa kompetisi, apalagi saingannya cukup banyak. Hahaha, tingkat kecamatan dalam 17-an memperingati hari jadi NKRI. Tapi wah, saya bangga juga,, gimana tidak disamping juara juga jadi bahan bincangan se kecamatan.

Ehm,, waktu itu saya diikutkan dalam beberapa lomba, saya fikir inilah kesempatan saya bersaing. Tapi, yah hanya waktu itu momentnya. Saat ini saya fikir, kok tulisan orang saya bisa bawakan dengan baik. Hmm sepertinya saya harus berfikir. Makanya timbullah dibenak saya untuk menulis,, menulis dan menulis..

Akhirnya, meski mengumpulkan informasi lalu menulis dengan bahasa terbatas dan menampilkan ke khalayak ramai untuk dibaca, tapi itulah kebanggannya. Tiap pagi orang membacanya, walau belum tentu itu semua dibaca.

Ini awal saya, saya akan terus menulis sebab ternyata menulis adalah sama saja dengan menorehkan sejarah..

Kebersamaanku dalam upaya membangun komunitas









.

1 komentar: